Day 10: Politik

Ada dua hal yang menggelitik dalam satu minggu ini. Pertama soal ribut-ribut Charlie Hebdo yang terjadi nun jauh di Paris. Kedua adalah pemilihan Kapolri yang tersangkut kasus #ibuBudi. Keduanya buat saya menarik, ia menakar sejauh mana manusia tidak bisa ditakar.

Charlie Hebdo bukan media yang pertama kali menjadikan pemimpin agama sebagai bahan olok-olok, khususnya agama Islam. Peristiwa minggu lalu di Paris juga bukan aksi pertama kalinya kelompok teroris islamis melakukan pembunuhan pada wartawan. ISIS berulang-kali bahkan melakukan eksekusi dengan rencana drama yang diunggah di Youtube. Tapi penembakan Hebdo menghasilkan perdebatan yang intens dan reaksi yang agresif dari banyak pihak.

Mengapa pembunuhan eksekusi ISIS pada wartawan di youtube tidak menimbulkan protes rakasasa? Kenapa pula ratusan anak murid dibunuh di Pakistan dan Nigeria juga “mute”? Dari sisi kekejaman, jumlah korban jelas kedua kasus ini “lebih layak” untuk jadi Headline dari pada peristiwa Charlie Hebdo. Mengapa?

Satu minggu kemudian di Jakarta muncul kegaduhan yang berbeda. Presiden Jokowi, yang dipilih rakyat, tiba-tiba melakukan blunder dengan mengusulan Budi Gunawan jadi Kapolri. Pasalnya Budi telah ditinta merah oleh KPK jauh-jauh hari. Tempo, salah satu media waras di Indonesia juga pernah kulik dugaan korupsi.

Tiba-tiba KPK menetapkan Budi sebagai tersangka. Kali ini kaum politisi dan konco pengamat yang terbelah. Ada yang mendukung Budi tetap jadi Kapolri terutama para politis di DPR, baik pendukung maupun oposan pemerintah. Sementara suara NGO, media dan rakyat umumnya seragam: Kapolri enggak bisa dong dipilih kok malah pesakitan. Sontak ini bikin ribut dunia pemberitaan.

Kedua hal diatas nampak berbeda. Ada benang merah, manusia ribut ketika mereka diuji pada pilihan yang abu-abu. Dalam kasus penembakan murid di Pakistan dan Nigeria pandangan umum tentu mengutuk dan tidak dapat membernarkan peristiwa itu.

Dalam isu #Hebdo ada banyak orang yang ragu hendak mendukung Charlie Hebdo dan Kebebasan Berbicara atau memilih Islam dan Perdamaian. Seolah-olah ada tensi antara membela agama dan kebebasan pers. Debat menarik diikuti banyak kalangan, namun tetap tidak bisa menjawab dengan memuaskan dimanakah garis antara kebebasan pers dengan penghinaan? Apakah satire bagian dari hate speech? Mengapa Charlie Hebdo bisa leluasa lakukan satire pada Islam tetapi tidak pada Yahudi?

Begitu juga pada kasus ibuBudi. Mengapa Jokowi dengan gegabah pilih Kapolri yang punya catatan merah, mengapa enggak pilih Jenderal lain? Dan mengapa pula DPR yang umumnya enggak sepakat dalam semua keputusan tiba-tiba melulusan calon Kapolri bermasalah.

Kedua menusuk rasa keadilan kta, tapijuga sulit untuk dilihat hitam-putih. Dan begitulah dunia derita tiada akhhirnya.

 

Day 9: Pana Journal

Satu lagi website yang membuat liputan panjang. Website Pana Jurnal ini punya standar 1800 kata, tidak terlalu panjang. Pana Jurnal banyak angkat soal Hak Asasi Manusia, Soial dan refleksi atas media di dunia digital. Koleksinya belum terlalu banyak dan bercampur dua bahasa Indonesia – Inggris.

ParaJournal

Salah satu artikel yang saya suka soal perempuan pemberani dari Aceh

“Ah, nggak mungkin,” komandan tentara kaget mendengar kata-kata Farida. Kebetulan, ada sandal adiknya di atas anak tangga. Farida mengambil sandal tersebut dan menyodorkannya ke wajah si komandan, yang terperanjat dan langsung memanggil anak buahnya. Ia menampar si tentara yang mencuri sandal adik Farida. “Bapak tak usah tampar-tampar dia di depan saya. Bapak ajari saja anak buah bapak, jangan ada lagi kejadian seperti ini.” Farida berkata, dingin.

dari Farida dan Kampung Janda

Yang kurang dari tulisan-tulisan berbahasa Indonesia adalah analisa. Cerita masih terasa apa yang sedang dan sudah terjadi. Elemen mengapa belum muncul benar. Saya menunggu tulisan-tulisan lebih tajam dari website ini.

Sedang makin banyak media tulisan panjang dan berbobot muncul di Indonesia 😉

visit: http://www.panajournal.com

 

Day 8: The Hackintosh Way

Hackintosh adalah metode untuk menginstall sistem operasi OSX di hardware yang tidak berasal dari Apple. Ini bisa dilakukan karena mulai OS X (sepuluh) Apple menggunakan hardware dari Intel, sama persis dengan komputer PC i386, juga dikenal IBM compatible, atau versi AMD64. Dengan fakta ini komputer dengan prosesor Intel dan AMD dapat menggunakan OSX. Tentu dengan sedikit perubahan.

Ada beberapa metode, yang pertama adalah dengan menyiapkan hardware semirip mungkin dengan yang digunakan Apple. Ingat mereka menggunakan part yang umum hanya dengan desain yang mereka pesan sendiri. Kalau pakai part yang mirip dengan Apple praktis instalasi berjalan sangat mulus dengan sedikit perubaham saja. Ini disebut Vanila install, dimana perubahan hanya dilakukan pada proses boot.

Ketika hardware yang digunakan jauh dari part yang dipakai Apple maka semakin banyak modifikasi yang diterapkan. Memilih modifikasi, testing, gagal dan mengulang lagi bukan hal yang ingin dilakukan semua orang. Kali ini termasuk saya 🙂 untuk itu ada Distro, OSX yang telah dimodifikasi dengan berbagai mod-mod itu. Salah satu yang terbaik adalah Hackintosh.Zone dulu dikenal dengan Distro Niresh.

Saya disini gak bakal jelasin panjang lebar cara instalasi, justru lebih bakal cerita soal aplikasi dan modifikasi pribadi yang saya anggap penting anda ketahui.

OS: Hackintosh.Zone Yosemite

Download versi USB via torrent di , lalu jika anda punya OSX sebelumnya pakai package installer atau Windows installer. Tentu siapkan USB Flashdisk 8GB atau lebih. Paling aman jika memakai motherboard dengan chipset intel, prosesor intel core (i3, i5, i7) dan Graphic Card NVIDIA GTX 2xx ke atas.

Detail instalasi silahkan dilihat di

Clover

Dalam kasus saya entah kenapa bootloader Clover tidak terinstall paska Hackintosh.Zone selesai, sehingga saya tergantung dengan USB sebagai bootloader. Jika terjadi install Clover dan Clover Configurator

SWitchResX

Satu masalah lagi dengan dua monitor yang persis sama, layar utama gagal menampilkan resolusi Full HD. Saya malas mencoba konfigurasi layar di bootloader atau install driver baru, saat ini lebih banyak rugi waktu. So gunakan saja SwitchResX untuk merubah ukuran layar on the fly.

MUST HAVE

MPlayerX / VLC

Admit it, Quick Time is suck as suck as Windows Media Player. Mereka gagal memainkan banyak video, nampaknya mereka hanya di desain untuk memainkan video dari sistem mereka sendiri. Tidak satupun dalam pengalaman saya berhasil memainkan file MKV dengan benar. MPlayerX punya tampilan yang simple, memainkan AVI, MP4, MKV, MOV, WMV dan bisa memainkan video dari torrent yang masih di download. VLC punya interface yang enggak cocok, lebih lambat dan gagal memainkan file torrent yang belum rampung. Namun beberapa file yang gagal atau aneh di MplayerX bisa berjalan di VLC, install sebagai backup.

Skype

At the first its like, why Skype if we have Whatssapp or Line or Hangout. Come on who need Skype other than Long Distance Relationship? tapi Skype bisa chat, voice dan video conference. Transfer file drag n drop. Share layer (saya enggak pernah pakai), punya sistem P2P dan enrkipsi lumayan untuk komunikasi normal. Saya enggak sarankan Skype untuk komunikasi yang butuh keamanan tinggi. Ia bisa dipakai di hampir semua desktop dan mobile bahkan beberapa hardware khusus. Jika jangkauan dan kepasitian nyambung, Skype paling oke.

Dropbox

Dropbox adalah holy grail untuk sinkronisasi file. Mendukung history, selected sync, web access, share mudah. Buat user yang tidak puss dengan selected sync bisa membuat soft link directory. Sayangnya dibanding Google Drive dan One Drive yang member 15Gb free, tawaran 5Gb dari Dropbox terlalu kecil. Maka says gunakan Dropbox untuk file paling seeing dipakai antar komputer seperti: aplikasi kecil yang sulit download lagi, document dan foot yang seeing dipakai, template. Untuk arsip file lama gunakan Google Drive dan One Drive.

Disk Inventory X /Grand Perspective

Saya orang VISUAL. cara paling cepat mengetahui file apa yang menghabiskan Hard disk adalah dengan peta visual file-file tersebut. Grand Perspective dan Disk Inventory X kedunya gratis untuk digunakan. Pilih salah satu. Disk Inventory X lebih menang dengan kemampuang sort dan filter yang baik.

The Unarchiver

OSX sudah menyediakan program membuka file zip. Tapi ketauhilah zip bukan satu-satunya format mengkompres file/directory yang ada. RAR, Bunzip? The Unarchiver membuka hampir semua file yang diberikan ke saya.

DNSCrypt

Di jaman internet begini masih menyerahkan pilihan web yang bisa dibuka dan tidak pada negara? Apalagi pada mekominfo? Gunakan DNSCrypt untuk bypass software firewall negara. Selengkapnya baca di:

Libre Office

Lets make it clear. Sometimes I got file on email that need to be opened. Libre Office adalah aplikasi office gratis (pengolah kata, pengolah table, dan presentasi) yang memadai. Saya enggak may computer dibebani dengan apliksi office 2011 atau iWork. Keep it simple dude

uTorrent

Gunakan torrent untuk download, apapun!

Clean My Mac

Sometimes your Mac is not the Mac you wanted, its messy and dirty. Bersihkan file-file lama, recycle bin, aplikasi enggak kepake. Free up your Natal list. Clean My Mac to rescue

Homebrew

Okay, ini tool terakhir. Mungkin beberapa orang menganggap enggak perlu ya. Tapi install lah Homebrew agar hidup makin mudah.

Web Development

Sublime Text

My Favorite text editor. Melahap file HTML, CSS, JS dengan baik. Visual thumbnail!, multi column and row. Membuka satu file sama di beberapa jendela (edit bagian atas dan bawah bersamaan). Jika feature enggak ada di Sublime Text mungkin hanya perlu install plugins saja

Git

Simpan code-code kerjaan dengan baik, gunakan Git sebagai penyimpan history dan berbagi development. Saya rasa ini perlu post tersendiri untuk dibagas

CodeKit

Ini program paling ajaib di web development. Menggabungkan Sassy -> CSS3 preposesor, on the fly injection ke browser. Ia melakukan apa yang gagal lakukan oleo Adobe Dreamweaver dan Frontpage dengan bail.

Google Chrome + tons

Ini masih browser favorite, dengan tons of plugins untuk berganti resolusi, cek kode web, dan banyak lagi. Sayangnya ia kini mulai lambat. Saya tengah merubah kebiasaan membuka via Safari.

Mozila Firefox + Firebug

Ingin tahu code apa dibalik sebuah gambar website? Meski Chrome dan Firefox sudah menyedian inspection, tidak ada yang mengalahkan Mozilla Firefox + Firebug. Its the best!

Filezila

FTP thing, transfer file dari ke server. Gunakan Filezilla

Terminal

Ini tentu tersedia di semua OSX, hanya orang dungu enggak pakai terminal

Sketch 3

Program baru untuk prototyping dan membuat wireframe design.

Others

nvAlt

Untuk mengumpulkan catataan yang tersebar berantakan. Ini semacam buku saku kecil tempat mencatat ide.

Flux

Dulu saya enggak percaya kata ibu saya lampu bohlam kuning itu lebih enak buat tidur daripada lampu neon yang “putih” kini saya tahu bahwa cahaya warga biru (siang) membuat otak enggak ngantuk, sementara cahaya lebih kuning atau merah itu lebih santai di mata. Jika sering pakai komputer saat siang berganti malam. Gunakan mata orang lain!

Picasa

Untuk mengumpulan dan mengedit foto-foto secara cepat.

note: its so damn tired to write. I will stop here and continue tommorow

 

Day 7: Second Blackout

I must admit writing everyday is not easy, specially when you got flu. But I am still loose. Had second failure in seven days is NOT okay!

Okay, I should start writing something I am capable for exercise before jump to more harder issues.

 

 

Day 6: Ahmadiyah Depok

Hidung masih terasa penuh, sakit yang menusuk disisi kiri. Tenggorokan terasa mencengkram semua aliran yang hendak masuk. Untung sakit kepala sudah hilang paska tidur sore. Badan terasa sedikit gerah setelah mandi air hangat. Pukul 19 lebih, saya mengambil jaket.

Fatimah Zahrah, adik saya yang entah keberapa, sudah siap dengan dandandan vintage. Kali ini baju terusan warna cream dengan corak merah, dan tas punggung warna hijau bercampur biru. Juga vintage. Saya tidak terlalu tahu apakah vintage itu sekedar soal warna pucat menyala atau juga barang-barang dari masa lalu. Malam ini dandan Fatimah adalah keduanya. Ia punya keahlian tersendiri mengendus barang-barang lama jadi senjata fashion.

Saya hendak mengunjungi Ahmadiyah Depok di Sawangan. Lokasinya tak terlalu jauh sedikit ke selatan sekira 8 kilometer lalu ke timur dengan jarak yang hampir sama. Namun ini Depok, sebuah kota satelit yang benar-benar satelit, perlu mental astronot untuk ulang alik Jakarta – Depok.

Depok dipimpin Walikota Nurmahmudi. Nurmahmudi adalah walikota terkenal, ia punya trik jitu keluar dari kebiasan para walikota lain. Alih-alih ucapan macam “Selamat datang di Depok” atau “Depok siap menyambut investasi dan pariwisata” plus gambar walkot dan wakilnya, ah itu sudah kuno. Walikota ini pasang pesan yang keluar mainstream: “Makanlah dengan tangan kanan”. Sebuah ucapan yang bisa dipahami anak TK hingga para manula. Sungguh cerdas!

Malam minggu ke Depok tentu bukan dampaan buat pria metro seksual seperti saya. Lebih baik menonton film di rumah dengan keluarga, atau merencanakan proyek-proyek lanjutan di facebook. Tapi Depok kali ini menggoda.

Empat tahun lalu, Nurmahmudi dengan tangan kanannya (ini hasil deduksi saya!) meresmikan peraturan walikota untuk membatasi Ahmadiyah. Ini artinya Satpol PP lalu berbondong-bondong datang dan menutup masjid. Seperti biasa dengan tambahan kayu dan beberapa carik kertas.

Awal januari ini Ahmadiyah Depok melawan, mereka buka segel dan memakai lagi masjid secara terbuka. Beberapa hari kemudian Satpol PP datang dan pasang ulang palang kayu, peringatan dan ancaman. Palang itu dibongkar lagi.

Situasi ini nampak biasa bagi rumah ibadah di Indonesia. Satpol PP, segel, palang kayu. Bedanya teman-teman Ahmadiyah melakukannya secara terbuka. Mereka bongkar segel, palang kayu lalu lapor polisi.


Masjid Ahmadiyah di Depok ini tampak kucel, bentuk kotak dengan dinding keramik hijau. Sebuah lapangan badminton dibangun antara masjid dan rumah mubaligh. Tembok setinggi 3 meter baru berdiri di sisi selatan, sementara sisi utara berbatasan dengan lapangan hijau. Terus terang untuk masjid di sekitar ibu kota, masjid ini tampak kucel dan enggak ada seni sama sekali. Ia nampak dibangun seadanya agar ada.

Namun ia juga punya fasilitas olaharaga paling oke. Ketika saya berkunjung beberapa pemuda berkeringat di atas lapangan badminton. Di utara beberapa remaja tanggung asyik main pingpong.

bersambung ah…..

 

Day 5: Charlie Hebdo

Peristiwa Charlie Hebdo bukanlah yang pertama dimana kelompok bersenjata islamis menyerang musuh-musuh mereka dengan brutal. Sepuluh staff dan 2 polisi terbunuh dalam serangan yang dilakukan dua orang.

_80118290_jesuischarlie

Ada banyak orang yang menganggap relasi penembak dan komikus tidak hitam putih antara pelaku dan korban, ada relasi lebih rumit yang dijelaskan dengan berbagai sudut. Beberapa renungan  layak baca di Poynter dan Rusdi Matari.

Namun bagaimana Islam sendiri soal satire? Banyak cerita soal ejekan dan satire. Beberapa riwayat bahwa Nabi Muhammad tidak melakukan pembalasan ketika diejek, dihina bahkan terancam terbunuh. Sang Nabi keluar dari situasi dengan anggun dan tak terduga.

Tapi jika kita buka Al Quran ternyata juga penuh dengan ejekan yang mengolok-olok musuh. Salah satunya adalah surah Al Lahab atau juga dikenal dengan Al Massad.

Dalam tiga surah terakhir Al Quran mengejek-ejek betapa hina dan sekaratnya Abu Lahab dan istrinya. Mereka tidak hanya akan binasa tapi akan terpanggang api neraka dan saling membakar.

Jika digambarkan dengan kartun, surah ini akan mengambarkan suami istri yang terikat sabuk api dileher, lalu sang istri membawa tumpukan kayu untuk membakar suami. Saya pikir bukan sesuatu yang akan diterima dengan lapang dada oleh pada penguasa Quraish.

Beberapa kartun yang dianggap menghina bisa dilihat di HuffPost

Note: ini merupakan bagian ke 5 dari tantangan menulis tiap hari di tahun 2015. Dengan hari ke 3 yang berakhir galau dan gagal menulis di hari ke 4. 

 

 

 

 

Day 4: Blackout

I am dying from flu. Bed rest all the day. No update on day 4

 

Day 3: Menunda

Ini bahasan yang relevan dengan apa yang terjadi hari ini, saya terlambat mengisi deadline penulisan, alih-alih ditulis pada hari Rabu, saya baru memenuhinya pada Kamis Subuh. Saya akan cerita bagaimana dan mengapa saya (sering) menunda.

Misalnya berangkat kerja. Kantor saya 3house Agency punya jadwal masuk pukul 9.00 dan karyawan dinyatakan terlambat jika masuk diatas 9.30. Alih-alih masuk pukul 9.00 saya selalu masuk beberapa menit sebelum 9.30. Keberhasilan adalah jika saya nyaris terlambat namun tidak terlambat. Masuk jauh sebelum itu adalah, aneh. Itu terlihat dari jadwal saya terlambat yang hanya berkisar 2-4 menit.

Menunda dalam konteks ini berhubungan dengan kemalasan dan optimalisasi. Jika dirunut ia juga berhubungan dengan inovasi. Saya merubah jam dirumah 20 menit lebih cepat, berhasil untuk beberapa waktu. Setelah saya terlambat lagi, bantuan dari Google Maps membuat saya menemukan jalan yang lebih singkat dan bebas macet ke kantor. Itu berhasil beberapa waktu dan kadang gagal lagi.

Anehnya ketika terlambat, alih-laih membuat jadwal yang lebih maju saya akan “menyalahkan” proses yang tidak optimal. Misal durasi mandi dan ganti pakaian, rute dan macet. Saya rasa ia dekat dengan mekanisme judi.

Saya belum menemukan cara untuk merubah kebiasaan menunda ini dengan efektif, ia nampak bagian dari DNA. Berhasil disini jebol disana, selalu. Seharusnya ada moto: Just Dot It, Now!

 

 

Day 2: My Reading List

Seperti dulu membaca koran di perpustakaan dan dirumah – tetapi lebih banyak lagi di lapak koran – kini saya punya daftar bacaan di abad digital. Simak web apa saja yang rutin saya ikuti.

Engadget.com

One stop berita dan gosip teknologi. Dari banyak website sejenis endgatget punya kelebihan tampilan yang bersih, gambar besar dan sedikit sampah. Saya dalam taraf kecanduan website ini, berusaha  selalu membaca semua artikel, minimal judulnya. Ia memberi saya asupan gosip terbaru soal gadget, mobil listrik, senjata dan pesawat canggih.

Screen Shot 2015-01-06 at 6.26.34 am

Slashdot.org

Untuk satu ini saya dalam taraf rehabilistasi kecanduan. Kekuatan Slashdot adalah kemampuan membangun pembaca aktif. Ia pendahulu gaya pengguna facebook yang sharing berita. Satu (atau lebih) link dengan sedikit opini, umumnya satu dua paragraph lalu diikuti komentar yang beragam.

Slashdot fokus pada para nerd. Mereka banyak bahas soal Linux, Open Source, kritik pada raksasa industri seperti Microsoft dan Apple. Kelebihan lain Slashdot mereka juga bahas aspek legal dan etis dari teknologi, kayak kritik pada Hak Cipta.

Salah satu topik paling panas adalah  pertarungan legal dari SCO yang menuntut berbagai distribusi Linux atas klaim mereka pada sistem operasi UNIX. Ini adalah salah satu topik paling mencerdaskan soal hukum, etika dan manfaat publik dalam bingkai teknologi.

Lifehacker.com

Situs ini tak seseram namanya, ia lebih tepat dibaca “hack your life” berisi tips-tips praktis untuk hidup di era digital. Selain serempet soal hukum dan teknologi sebenarnya ia lebih fokus pada satu hal: membuat hidup lebih produktif.

9GAG.com

Ini murni lelucun. Sebagai orang visual lelucon paling enak memang dalam gambar. 9gag mengumpulkan berbagai macam meme, gif, tebakan dalam bentuk gambar. Saya rasa banyak teman saya juga 9gagger! Salah satu lelucon paling aktif adalah parodi negara-negara lewat kartun bendera.

Longform.org

The best of the best article on internet. Saya rasa ini moto yang pas buat longform. Editor dengan apik menyeleksi naskah panjang berbahasa inggris dari berbagai outlet. Membaca longform memuaskan hasrat atas Jurnalisme Sastrawi. Longform  punya saingan yaitu longreads.com namun dengan tampilan yang ribet!

Pindai.org

Sayangnya di Indonesia tidak ada web macam longform. Jakartabeat.net mendekati namun tidak memuaskan secara kurasi.

Ada satu web baru yaitu pindai.org yang diasuh penulis-penulis dari Jogja. Editornya Fahri Salam, salah satu editor bertangan dingin paling ciamik di Indonesia. Bakatnya memang mengedit, jangan tanya tulisan dia sendiri, lama terbit bukan kepalang.

Mojok.co

Masih satu patron dengan pindai yaitu Puthut EA, mojok adalah blog terlucu (namun cerdas) yang pernah ada di Indonesia. Ia membawa genre baru komedi di Indonesia: Lucu tak harus bodoh. Penulis favorit saya disini adalah Arman Dhani, namun sejak lama saya unfollow twitternya yang lebih banyak nyampah. Teruslah menulis, sedikit ngetwit. Kalau kamu suka mojok mungkin perlu lihat Dewan Kesepian Jakarta di Facebook.

Indoprogress.com

Majalah kiri kontemporer. Indoprogress menghadirkan naskah-naskah berhaluan sosialis yang bernas, relevan dan tajam. Beberapa artikelnya jadi debat berseri, sesuatu yang jarang saya temui sejak era mailing list turun tahta. Indoprogress diasuh oleh beberapa penulis yang mengasingkan diri di New York. Boleh dibilang ini situs terbaik untuk web ideologis.

LenteraTimur.com

Sementara itu di LenteraTimur orang-orang berteriak “hidup federalisme”, secara kasar boleh dibilang Lentera Timur hendak mengembalikan Indonesia ke masa tahun 1950 dimana Indonesia berbentuk negara serikat sebelum disatukan secara paksa oleh Jakartanis. Selain federalis saya rasa ideologi Lentera Timur adalah kesukuan Melayu (dan Islam).

Medium.com (via newsletter)

Medium menghadirkan blog dalam format yang lebih baik. Ia meredefinisi portal blog macam wordpress dan blogger dengan cara meningkat Singnal to Noise Ratio (SNR). Tulisan-tulisan yang bercecer dikurasi lewat “majalah virtual” sesuai dengan topik tertentu. Pakai cara ini pembaca tidak terjebak noise.

Facebook.com

Untuk topik yang lebih umum facebook sudah mencukupi, saya sengaja mengkurasi timeline facebook dengan orang-orang yang menshare hal-hal bermanfaat, umumnya adalah berita. Topik nasional, internasional, hukum, bencana, lingkungan, papua, LGBT adalah topik paling sering beredar. Orang-orang yang menyampah timeline facebook dengan keluhan alay saya filter lewat unfriend atau unfollow.

Kelebihan facebook juga cepat hadir dalam topik yang sedang panas seperti bencana pesawat AirAsia atau ucapan Natal. Kadang saya terlibat beberapa perdebatan sehat mengenai topik terkini.

Dulu saya mengikuti beberapa media melalui twitter, tapi lama-lama susah menjaga tingkat SNR di twitter.

 

note: tulisan ini adalah yang kedua dari tantangan menulis sehari sekali selama tahun 2015.

 

 

Day 1: Melawan Sensor

Sudah berkali-kali saya mendengar orang mengeluh berbagai situs kena sensor regim Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang dimulai jaman menkominfo paling kontoversial: Pak Tif. Proyek yang dikenal dengan Internet Sehat, Nawala punya dua kekurangan:

Pertama, gak cuma konten yang dianggap bermasalah situs sharing video seperti Vimeo juga kena. Saya juga sering melihat berbagai situs berita yang kena sensor entah seluruh artikel atau bagian tertentu (slideshow misalnya).

Kedua, awalnya proyek Nawala yang berbasis DNS adalah pilihan. Pengguna yang tidak suka dengan Nawala bisa akses situs-situs yang diblok dengan ganti DNS seperti milik google di 8.8.8.8. dan 8.8.4.4. Namun kini semua DNS yang tidak berafiliasi dengan Nawala difilter dari ISP. Kasus ini sudah saya cek pada operator BizNet dan Telkom Speedy.

Bagaimana bypass sensor DNS?

Windows dan OSX gunakan DNSCrypt yang didukung OpenDNS. Pada dasarnya DNSCrypt bekerja di background dan berjalan sebagai service. Bahan dasar DNSCrypt bisa di download di: http://download.dnscrypt.org/dnscrypt-proxy/

Supaya mudah install juga versi GUI untuk konfigurasi.

Windows

Bahan

  1. http://download.dnscrypt.org/dnscrypt-proxy/dnscrypt-proxy-win32-full-1.4.1.zip dari http://download.dnscrypt.org/dnscrypt-proxy/
  2. DNSCrypt Windows Service Manager 0.2

Langkah

  1. Download dua aplikasi diatas dan extract di tempat yang sama. misal C:/dnscrypt
  2. click aplikasi dnscrypt-winservicemgr.exe
  3. pliih network adapter dan pencet “ENABLE”.

Note: gamber menyusul, windows tidak tersedia di meja

OSX

Instalasi di OSX akan melalui homebrew sekaligus mempermudah hidup kita sebagai pengguna OSX ke depan. Langkah

  1. buka Terminal dan kopi paste:
    ruby -e "$(curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/Homebrew/install/master/install)"
  2. lalu install DNSCrypt
    brew install wget
  3. Download DNSCrypt Client dari https://github.com/alterstep/dnscrypt-osxclient
  4. Jalankan aplikasi dari dmg (atau pindahkan ke Application)
  5. di tabbar akan muncul icon baru, nyalakan DNSCrypt

Smartphone

Saya belum menemukan implementasi DNSCrypt yang mudah, sementara gunakan Opera Mini, dengan sistem kompresi yang memutar jalur ke server Opera praktis Nawala DNS dibypass.

Skala Network

Bagaimana jika ingin implementasi ini dalam skala lebih besar misalkan di rumah, kantor atau cafe? saya rasa akan banyak kantor media yang terganggu dengan akses yang diblokir. Solusinya implementasi DNSCrypt di router. Bahan dasarnya sama tinggal memilih router + custom firmwware + DNSCrypt. Dengan implementasi di router, masing-masing device tidak perlu disetting khusus.

  • Tulisan ini adalah bagian dari tantangan menulis satu tahun FirdausMubarik.com