AI : Disruptive, Distraksi

Apakah perkembangan AI yang terjadi saat ini akan menjadi sebuah distruptive dalam kehidupan kita sehari-hari? Ataukah ia hanyalah distraksi dari apa yang seharusnya kita bangun dalam kehidupan ini?

Distruptive dan Distraksi ini adalah dua kata yang saya lekatkan pada perkembangan AI saat ini. Di satu sisi kecepatan AI dalam berevolosi dan mereplikasi kemampuan manusia sunggung mengagumnkan. Salah satu yang berkembang pesat adalah model vibe-coding, yaitu menyuruh AI untuk membuat program atau aplikasi sesuai dengan keinginan pembuatnya. Aplikasi yang dulunya membutuhkan waktu tahunan dan puluhan developer kini cukup mengandalkan satu atau beberapa lead developer sebagai arsitek dan editor dengan puluhan agent AI bekerja melakukan vibe coding

Tenzen Studio https://tenzen.studio/

Mencoba mereplikasi Adobe Suite terutama Photoshop, Ilustrator dan Lightroom. Dengan budget vibecoding yang makin ekonomis dan standar yang sudah mapan, developer dari Tenzen berhasil membawa aplikasi dari Adobe Suite ini, setidaknya fungsi-fungsi dasar yang 99% digunakan oleh user secara gratis.

Tenzen Studio tentu tidak dapat menggantikan Adobe Studio, terutama pada integrasi dengan AI dan integrasi dengan hal-hal lain. Namun bagi 90% case nampaknya pengguna perlu mempertimbangkan ulang untuk membeli lisensi aplikasi Adobe yang mahal dengan tawaran gratis dari Tenzen.

Ini adalah model distrupsi yang nyata. Keberadaan AI mempercepat replikasi aplikasi atau software hingga kanibal terhadap existing product. Ke depan yang masih belum terganggu adalah custom software seperti ERP yang mana tidak hanya membutuhkan code tapi integrasi business logic yang hanya diketahui oleh pengembang atau implemenator.

Saya berpikir apakah vibe coding ini mampu menghasilkan system operasi baru yang mengganggu pasar iOS dan Android? Atau dia hanya pada memperkaya (dan memperkeruh) aplikasi-aplikasi di sisi end user?

 

 

 

Written on October 5, 2026