Day 9: Pana Journal

Satu lagi website yang membuat liputan panjang. Website Pana Jurnal ini punya standar 1800 kata, tidak terlalu panjang. Pana Jurnal banyak angkat soal Hak Asasi Manusia, Soial dan refleksi atas media di dunia digital. Koleksinya belum terlalu banyak dan bercampur dua bahasa Indonesia – Inggris.

ParaJournal

Salah satu artikel yang saya suka soal perempuan pemberani dari Aceh

“Ah, nggak mungkin,” komandan tentara kaget mendengar kata-kata Farida. Kebetulan, ada sandal adiknya di atas anak tangga. Farida mengambil sandal tersebut dan menyodorkannya ke wajah si komandan, yang terperanjat dan langsung memanggil anak buahnya. Ia menampar si tentara yang mencuri sandal adik Farida. “Bapak tak usah tampar-tampar dia di depan saya. Bapak ajari saja anak buah bapak, jangan ada lagi kejadian seperti ini.” Farida berkata, dingin.

dari Farida dan Kampung Janda

Yang kurang dari tulisan-tulisan berbahasa Indonesia adalah analisa. Cerita masih terasa apa yang sedang dan sudah terjadi. Elemen mengapa belum muncul benar. Saya menunggu tulisan-tulisan lebih tajam dari website ini.

Sedang makin banyak media tulisan panjang dan berbobot muncul di Indonesia 😉

visit: http://www.panajournal.com

 

firdausmubarik

 

3 thoughts on “Day 9: Pana Journal

  1. 這些女生即使不花錢護膚 皮膚也比你好幾倍的原因就是那麼簡單 Marie Claire (HK) Edition 為甚麼有些女生明明很懶於護膚,又不愛用護膚品,但為甚麼皮膚還是比起常護膚的人好那麼多呢?真的是天生麗質的關係嗎?不否認有些白淨的皮膚而且不易生暗瘡的特質是天生的,但是很多時候,即使不愛護膚的女生卻是因

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *