in Jurnalisme

Day 9: Pana Journal

Satu lagi website yang membuat liputan panjang. Website Pana Jurnal ini punya standar 1800 kata, tidak terlalu panjang. Pana Jurnal banyak angkat soal Hak Asasi Manusia, Soial dan refleksi atas media di dunia digital. Koleksinya belum terlalu banyak dan bercampur dua bahasa Indonesia – Inggris.

ParaJournal

Salah satu artikel yang saya suka soal perempuan pemberani dari Aceh

“Ah, nggak mungkin,” komandan tentara kaget mendengar kata-kata Farida. Kebetulan, ada sandal adiknya di atas anak tangga. Farida mengambil sandal tersebut dan menyodorkannya ke wajah si komandan, yang terperanjat dan langsung memanggil anak buahnya. Ia menampar si tentara yang mencuri sandal adik Farida. “Bapak tak usah tampar-tampar dia di depan saya. Bapak ajari saja anak buah bapak, jangan ada lagi kejadian seperti ini.” Farida berkata, dingin.

dari Farida dan Kampung Janda

Yang kurang dari tulisan-tulisan berbahasa Indonesia adalah analisa. Cerita masih terasa apa yang sedang dan sudah terjadi. Elemen mengapa belum muncul benar. Saya menunggu tulisan-tulisan lebih tajam dari website ini.

Sedang makin banyak media tulisan panjang dan berbobot muncul di Indonesia 😉

visit: http://www.panajournal.com

Apa suara anda?

Comment