in Digital Life

Day 2: My Reading List

Seperti dulu membaca koran di perpustakaan dan dirumah – tetapi lebih banyak lagi di lapak koran – kini saya punya daftar bacaan di abad digital. Simak web apa saja yang rutin saya ikuti.

Engadget.com

One stop berita dan gosip teknologi. Dari banyak website sejenis endgatget punya kelebihan tampilan yang bersih, gambar besar dan sedikit sampah. Saya dalam taraf kecanduan website ini, berusaha  selalu membaca semua artikel, minimal judulnya. Ia memberi saya asupan gosip terbaru soal gadget, mobil listrik, senjata dan pesawat canggih.

Screen Shot 2015-01-06 at 6.26.34 am

Slashdot.org

Untuk satu ini saya dalam taraf rehabilistasi kecanduan. Kekuatan Slashdot adalah kemampuan membangun pembaca aktif. Ia pendahulu gaya pengguna facebook yang sharing berita. Satu (atau lebih) link dengan sedikit opini, umumnya satu dua paragraph lalu diikuti komentar yang beragam.

Slashdot fokus pada para nerd. Mereka banyak bahas soal Linux, Open Source, kritik pada raksasa industri seperti Microsoft dan Apple. Kelebihan lain Slashdot mereka juga bahas aspek legal dan etis dari teknologi, kayak kritik pada Hak Cipta.

Salah satu topik paling panas adalah  pertarungan legal dari SCO yang menuntut berbagai distribusi Linux atas klaim mereka pada sistem operasi UNIX. Ini adalah salah satu topik paling mencerdaskan soal hukum, etika dan manfaat publik dalam bingkai teknologi.

Lifehacker.com

Situs ini tak seseram namanya, ia lebih tepat dibaca “hack your life” berisi tips-tips praktis untuk hidup di era digital. Selain serempet soal hukum dan teknologi sebenarnya ia lebih fokus pada satu hal: membuat hidup lebih produktif.

9GAG.com

Ini murni lelucun. Sebagai orang visual lelucon paling enak memang dalam gambar. 9gag mengumpulkan berbagai macam meme, gif, tebakan dalam bentuk gambar. Saya rasa banyak teman saya juga 9gagger! Salah satu lelucon paling aktif adalah parodi negara-negara lewat kartun bendera.

Longform.org

The best of the best article on internet. Saya rasa ini moto yang pas buat longform. Editor dengan apik menyeleksi naskah panjang berbahasa inggris dari berbagai outlet. Membaca longform memuaskan hasrat atas Jurnalisme Sastrawi. Longform  punya saingan yaitu longreads.com namun dengan tampilan yang ribet!

Pindai.org

Sayangnya di Indonesia tidak ada web macam longform. Jakartabeat.net mendekati namun tidak memuaskan secara kurasi.

Ada satu web baru yaitu pindai.org yang diasuh penulis-penulis dari Jogja. Editornya Fahri Salam, salah satu editor bertangan dingin paling ciamik di Indonesia. Bakatnya memang mengedit, jangan tanya tulisan dia sendiri, lama terbit bukan kepalang.

Mojok.co

Masih satu patron dengan pindai yaitu Puthut EA, mojok adalah blog terlucu (namun cerdas) yang pernah ada di Indonesia. Ia membawa genre baru komedi di Indonesia: Lucu tak harus bodoh. Penulis favorit saya disini adalah Arman Dhani, namun sejak lama saya unfollow twitternya yang lebih banyak nyampah. Teruslah menulis, sedikit ngetwit. Kalau kamu suka mojok mungkin perlu lihat Dewan Kesepian Jakarta di Facebook.

Indoprogress.com

Majalah kiri kontemporer. Indoprogress menghadirkan naskah-naskah berhaluan sosialis yang bernas, relevan dan tajam. Beberapa artikelnya jadi debat berseri, sesuatu yang jarang saya temui sejak era mailing list turun tahta. Indoprogress diasuh oleh beberapa penulis yang mengasingkan diri di New York. Boleh dibilang ini situs terbaik untuk web ideologis.

LenteraTimur.com

Sementara itu di LenteraTimur orang-orang berteriak “hidup federalisme”, secara kasar boleh dibilang Lentera Timur hendak mengembalikan Indonesia ke masa tahun 1950 dimana Indonesia berbentuk negara serikat sebelum disatukan secara paksa oleh Jakartanis. Selain federalis saya rasa ideologi Lentera Timur adalah kesukuan Melayu (dan Islam).

Medium.com (via newsletter)

Medium menghadirkan blog dalam format yang lebih baik. Ia meredefinisi portal blog macam wordpress dan blogger dengan cara meningkat Singnal to Noise Ratio (SNR). Tulisan-tulisan yang bercecer dikurasi lewat “majalah virtual” sesuai dengan topik tertentu. Pakai cara ini pembaca tidak terjebak noise.

Facebook.com

Untuk topik yang lebih umum facebook sudah mencukupi, saya sengaja mengkurasi timeline facebook dengan orang-orang yang menshare hal-hal bermanfaat, umumnya adalah berita. Topik nasional, internasional, hukum, bencana, lingkungan, papua, LGBT adalah topik paling sering beredar. Orang-orang yang menyampah timeline facebook dengan keluhan alay saya filter lewat unfriend atau unfollow.

Kelebihan facebook juga cepat hadir dalam topik yang sedang panas seperti bencana pesawat AirAsia atau ucapan Natal. Kadang saya terlibat beberapa perdebatan sehat mengenai topik terkini.

Dulu saya mengikuti beberapa media melalui twitter, tapi lama-lama susah menjaga tingkat SNR di twitter.

 

note: tulisan ini adalah yang kedua dari tantangan menulis sehari sekali selama tahun 2015.

 

Apa suara anda?

Comment